Saturday, September 16, 2017

Artikel Mahasiswa/i FPSB : Ujian Kebhinekaan Bangsa Indonesia


Ujian Kebhinekaan Bangsa Indonesia
Oleh Brandon Firman Cahyadi. S 

Kerukunan sosial dalam bernegara menjadi dambaan setiap bangsa tatkala perdamaian dianggap sebagai suatu pencapaian yang mampu memberikan keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara. Sikap inilah yang diharapkan mampu terjalin pada sistem masyarakat baik dalam struktur pemerintahan maupun dari tiap-tiap individu yang mendiami suatu negara. Namun hal ini menjadi permasalahan yang cukup mendalam bagi bangsa Indonesia akibat dari mengemuka-nya kasus-kasus intoleransi yang terjadi belakangan ini di dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Lantas bagaimanakah cara untuk menjaga keutuhan bangsa?
Menilik hal tersebut dapat kita cermati bahwa kasus-kasus intoleransi yang terjadi telah memicu sensitivitas antar individu atau kelompok dalam melakukan tindakan-tindakan keagamaan atau hal-hal lain yang bersifat rasial. Sensitivitas ini kemudian menimbulkan distorsi antar kelompok untuk mempertahankan kepercayaan serta golongan mereka masing-masing. Akibatnya kerukunan sosial yang didambakan negara menjadi tidak tercapai dan konflik horizontal sering kali terjadi hingga tidak jarang hal ini memicu adanya konflik internal yang berujung pada dipertanyakannya keutuhan negara.
Menanggapi hal tersebut penulis melihat bahwa peran pemerintah menjadi sangat vital dalam penerapannya. Pembuatan kebijakan yang tegas serta tidak pandang bulu dianggap mampu menjadi senjata ampuh bagi pemerintah untuk menekan meluasnya konflik horizontal akibat dari sensitivitas rasial. Tetapi menjaga kebhinekaaan tentu bukan hanya tugas dari pemerintah semata, namun juga menjadi pertanggung jawaban setiap individu dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Sikap toleransi antar kelompok menjadi hal dasar yang harus dimiliki setiap golongan masyarakat dan juga pemahaman bahwasanya keberagaman mampu menjadi elemen penguat bangsa harus ditanamkan pada setiap individu sejak dini.
Peran aktif para eksekutif dalam membuat kebijakan mampu dijadikan tolak ukur dari bagaimana pemerintah bertindak dalam menanggapi isu yang mampu memupus keutuhan bangsa. Lebih jauh penulis menitik beratkan pada tiap-tiap golongan serta individu untuk dapat mendewasakan diri agar tidak terprovokasi oleh hal-hal yang sifatnya rasial sehingga tidak menimbulkan perpecahan dalam tubuh internal bangsa Indonesia. Oleh karenanya pemupukan nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila dan juga Bhineka Tunggal Ika menjadi ornamen penting dalam memberikan pemahaman akan keberagaman bangsa Indonesia.
Disisi lain penulis melihat bahwa kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia sudah seharusnya memprioritaskan kepentingan bangsa ketimbang kepentingan perseorangan atau kelompok. Hal ini mampu memberikan ikatan yang kuat akan rasa kebangsaan dan nasionalisme dibandingkan dengan menonjolkan kepentingan golongan yang akan membuat perpecahan bila ada golongan lain yang tidak sesuai dengan apa yang mereka yakini. Dengan demikian cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bersatu mampu terwujud.


Provokasi media masa yang semakin memperkeruh suasana juga harus menjadi fokus dari pemerintah dalam menanggulangi opini publik tentang isu rasisme yang menyeruak belakangan ini, hal ini tentu berkaitan dengan pembentukan opini positif terhadap isu-isu sensitif yang menyerang berbagai pihak atau golongan. Lebih lanjut media masa juga memiliki peran vital dalam penggiringan opini publik sehingga pihak-pihak terkait terpengaruh dalam mengeluarkan opini atau tindakannya. Oleh karenanya, media dalam hal ini bagaikan pisau bermata dua yang mampu memberikan pengaruh positif ataupun sebaliknya justru membuat penggiringan opini negatif yang berpotensi disalah gunakan oleh berbagai pihak untuk menyerang keyakinan golongan lain.

Proses-proses pembentukan opini baik dari media maupun kebijakan pemerintah tentu mempengaruhi masyarakat dalam melakukan tindakan serta opini yang mereka bawa, sehingga sudah seharusnya kedua elemen tersebut mampu memberikan penggambaran positif akan keberagaman yang ada pada Indonesia dalam upaya untuk membentuk persatuan dan keharmonisan bernegara. #POTRETPERDAMAIAN

0 comments:

Post a Comment

Contact

Talk to us

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya bisa Mengunjungi Alamat kami dan Media Sosial Dibawah ini

Address:

Kantor Bersama LEM FPSB UII,Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jl.Kaliurang KM 14.5 Sleman Yogyakarta

Work Time:

Daily Opened,8am-5pm

Phone:

081915339444 / id Line : @vgy4010w

LEM FPSB UII. Powered by Blogger.