Saturday, September 16, 2017

Artikel FPSB : Toleransi, (untuk apa? Untuk siapa?)

Toleransi, (untuk apa? Untuk siapa?)

Untuk apa (untuk siapa) cahaya natal
Untuk apa (untuk siapa) petasan tahun baru
Untuk apa (untuk siapa) api ramadhan
Untuk apa (untuk siapa) (untuk apa, untuk siapa)
(Catatan Ganti Tahun – Gatholoco)

Hai teman-teman, sudah update apa instagram hari ini? Masih belum rapi kah feed 3 foto atau 6 foto yang dibuat? Sudah tahu jika ibu-ibu Kendeng sedang berdemo sampai kaki mereka disemen? Jika belum tak apa-apa kita siswa biasa kok bukan mahasiswa, sepertinya. Lirik lagu diatas mungkin teman-teman belum pernah dengar, karena hanya scene pinggiran JNM yang berani menyanyikannya, bukan di acara macam DWP dan WTF yang harga tiketnya cukup untuk makan saya sebulan.
Perkenalkan saya murid biasa yang beberapa saat lagi kehilangan bahan bacaan panutan mojok.co dan mungkin aku akan lebih sering membaca berita yang mereka sebut Line Today dan timeline teman-teman yang selalu mengalir setiap hari, bakat juga jadi penulis sepertinya. Pertama-tama tulisan ini tidak akan banyak kutipan buku dan kata-kata aktivis yang terkenal karena apa? Membaca juga jarang, sama kan kita? Tugas kuliah dan deadline skripsi bab 1 jauh lebih penting kan.
Jadi sekarang untuk apa bicara toleransi? Toh kampus kita juga Islam semua kan? Bahkan teman-teman yang berasal dari jauh juga mungkin belum tentu punya teman yang berbeda agama disini, untuk apa kita permasalahkan juga, bahkan bab 1 skripsi dan tugas-tugas lain jauh lebih penting kan? Minimal untuk saya sendiri.
Tapi cobalah teman-teman turun sedikit diperempatan besi kalau masih ingat disana pernah ada poster besar yang kurang lebih berisi slogan solidaritas antar komunitas mereka yang dalam sebuah perkumpulan dilempar bom dan kasus saat partai Islam di Jogja berkampanye dengan arogan yang mungkin bukan rahasia umum juga, hanya jika teman mau sedikit turun tidak sekedar bermain dari kampus-nol km tiap malam dan mampir jalan magelang jika ada waktu luang maka makna toleransi akan sedikit ditemukan.
Mungkin tulisan saya sedikit berusaha untuk membahas tentang toleransi antar sesama manusia karena menurut saya toleransi tidak terbatas agama sesungguhnya kita kan semua sama-sama manusia. Bahkan kita yang masih agama yang sama juga saling merasa “sok” toleran padahal saat bertemu dengan teman yang memakai motor butut lebih asik jika kita melihat dari kaca spion mobil kita, sesama manusia tapi beda kasta kita.
Bicara toleransi tidak lepas dari wacana intoleransi yang sejak beberapa hari menjadi topik hangat yang ramai juga awalnya karena pilkada DKI, walaupun maaf menurut saya berita pilkada DKI tidak penting juga untuk saya karena kosan berada di Jogja, di Jakarta pun dulu hanya ikut study tour SMP, menurut saya tidak ada dampak dan manfaat bagi saya mendengarkan perdebatan Debat Cagub yang setelah acara tersebut lalu banjir status kritis bagai mengamat politik, walaupun biasa yang menonjol hanya joke, meme, atau lelucon,lalu untuk apa ditonton? mereka toh pada akhirnya bohong juga karena namanya pilkada hanya permainan “Language Game” kata dosen saya. Pada akhirnya saya hanya ingin sedikit bertanya “Dimana pancasila saat mereka berdebat tentang jenazah yang tidak diterima disholatkan? Dimana pancasila kita saat pemimpin dengan keyakinan minoritas tapi mencoba disamakan haknya dibumi nusantara ini? Pada akhirnya juga kalah dengan keyakinan mayoritas dan sikap haram-mengharamkan? Dan ditutup dengan dimana kita saat isu-isu toleransi sedang hangat dibicarakan?”
Tapi maaf jika tulisan ini terlalu tajam karena sesungguhnya ini hanya opini biasa dan jika merasa tidak setuju dan tidak suka coba balas dengan membaca berita tentang aksi #DipasungSemen2 atau berita terkait masalah bangsa, jika masih tetap tidak sempat memang sesungguhnya kita belum jadi mahasiswa, hanya siswa. Dan akhirnya solusi terbaik adalah berpikir jika kita hanya mahkuk biasa dan tidak pantas kita membeda-bedakan orang lain apalagi karena isu agama, mulailah berpikir sebagai mahasiswa dan bergeraklah jika tidak malu terhadap jas almet mu karena hanya basah saat rapat-rapat dan verif dana event saja. #POTRETPERDAMAIAN



0 comments:

Post a Comment

Contact

Talk to us

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya bisa Mengunjungi Alamat kami dan Media Sosial Dibawah ini

Address:

Kantor Bersama LEM FPSB UII,Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jl.Kaliurang KM 14.5 Sleman Yogyakarta

Work Time:

Daily Opened,8am-5pm

Phone:

081915339444 / id Line : @vgy4010w

LEM FPSB UII. Powered by Blogger.