Kajian Strategis
‘Menyikapi Kendeng: Nyawa tak Semahal Tambang’
28 Maret 2017
Pada tanggal 28 Maret 2017, Divisi
Kajian dan Penelitian LEM FPSB UII berkesempatan untuk mengadakan Kajian
Strategis dengan judul ‘Menyikapi Kendeng: Nyawa tak Semahal Tambang’ yang
diadakan di Kantor Bersama Lembaga FPSB UII. Kajian ini diadakan sebagai bentuk
tindaklanjut dari hasil konsolidasi antara Advokasi dan Jaringan LEM se UII dan
juga sebagi wadah untuk menyatukan suara antar mahasiswa FPSB dalam menyikapi permasalahan
pembangunan pabrik semen yang terjadi di kawasan Kendeng, Rembang.
Pro-Kontra yang terjadi dalam
pembangunan pabrik semen ini memang menjadi hal yang sangat sering dibicarkaan.
Dari apa yang dipaparkan oleh kedua pemantik diskusi, ada beberpaa hal yang
bisa menjadi landasan untuk menolak pendirian pembangunan pabrik semen di
Kendeng ini. Pertama adalah kecacatan dokumen AMDAL yang diajukan oleh pabrik
sebagai pihak perencana pembangunan ini. Hal yang perlu diketahui bersama,
kelengkapan dan kesesuaian dokumen AMDAL adalah syarat mutlak untuk melakukan
pembangunan di suatu wilayah. Dalam hal ini, para ahli melihat ada kecacatan
dalam dokumen AMDAL yang diajukan. Salah satu cacat itu terdapat dalam jumlah
gua, mata air dan ponor yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Selain itu
warga setempat juga merasa tidak pernah
diperlihatkan hasil kajian lingkungan yang akan berdampak pada mereka
sebelumnya, sehingga akhirnya para warga mengajukan gugatan atas pembangunan
ini ke Mahkamah Agung.
Hal yang kedua yang dapat dijadikan
landasan adalah putusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa pembangunan pabrik
semen ini harus dihentikan dikarenakan kecacatan dalam penyusunan proses AMDAL
tersebut. Putusan yang telah dikeluarkan oleh MK ini sayangnya malah seakan
tidak digubris oleh Gubernur Jawa Tengah, yang malah mengeluarkan surat izin
pembangunan baru bagi PT. Semen Indonesia (Persero). Hal ini tentunya tidak
sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan MK yang menyuruh untuk memnghentikan
pembangunan, bukan untuk memperbaiki dokumen. Berdasarkan fakta fakta tersebut
tentunya kita dapat mempertimbangkan bahwa ada banyak kejanggalan yang terjadi
dalam proyek pembangunan di Kendeng ini.
Sebagai tindaklanjut dari hasil
diskusi ini, LEM FPSB UII juga ikut menyerukan ajakan untuk bergabung dalam
aksi solidaritas yang diagendakan keesokan harinya yang diikuti oleh berbagai
organisasi dalam lingkup Keluarga Mahasiswa UII. Aksi ini ditujukan untuk
memberikan dukungan bagi masyarakat Kendeng yang masih terus menolak pembangunan pabrik semen di
wilayah mereka
0 comments:
Post a Comment